Budaya

Dongeng Lebai Covid

LEBAI percaya dia kebal segala jenis virus. Lebai yakin dia tak lut apa pun jenis penyakit. Lebai lagi pun anti vaksin. Paling selalu, Lebai ada

blank

Mira Filzah 1 – 0 Kemiskinan

Bagaimana masyarakat menyambut isu-isu viral? Maksud saya, isu-isu melibatkan selebriti, usahawan media sosial, artis dan politikus? Riuh. Meriah. Kelam kabut. Panas. Berhari-hari kita mengulas. Beri

blank

Akar Rencam Kebencian

Ketika saya menerangkan kes Kenosha Shooting yang melibatkan kematian seorang skateboarder bernama Anthony Huber, Sang Quds merakamkan emosinya yang terkesan dengan kejadian itu melalui riak

blank

Kemerdekaan, Kekuasaan Dan Kemiskinan

Mohamad Sobary seorang kritikus Indonesia pernah berpesan; “Kita tidak boleh retak. Jika ada kekuatan yang bermaksud membikin keretakan itu menjadi lebih parah, apa pun kepentingannya,

blank

Maal Hijrah

Sempena Maal Hijrah, kami terbitkan kembali titah ucapan Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Sultan Nazrin Muizzuddin Shah Ibni Al-Marhum Sultan Azlan Muhibbuddin Shah Al-Maghfurlah

blank

Aku, Tamil Slim River

Guru sejarahku pernah mengatakan begini, ‘Bangsa India barangkali memerlukan seseorang – semacam – Abraham Lincoln, untuk membebaskan mereka dari perhambaan di negara ini.’ Aku tidak mengerti

blank

Sastera Dan Cerita Tentang Kemanusiaan

“Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.” Pramoedya Ananta Toer

blank

Sogit Politak (Politikus + Katak) Sabah

Jika lebai boleh bertempik teriak menuntut agar undang-undang Islam seperti hudud dilaksanakan, makanya tentu sahaja etnik tertentu dalam negara kita boleh ikut berhujah, menuntut supaya

blank

Tentang Ciri-ciri Pengkhianat Melayu

“Pengkhianat!” “Pengkhianat!” “Pengkhianat Melayu!” Nada seperti ini sudah lama bergemencar dalam kehidupan masyarakat kita. Kata-kata pengkhianat, pendusta dan perosak selalu ditaburkan pada mereka yang berlainan

blank

Aku, Jawa Simpang Renggam

(Artikel ini adalah kesinambungan untuk artikel yang pernah diterbitkan di Free Malaysia Today berjudul ‘Aku, Cina Ampang’) Dalam ‘permainan jadi-jadi’ yang mana guru sejarah memestikan kami