<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teknologi</title>
	<atom:link href="https://solidaritas.my/teknologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://solidaritas.my/teknologi/</link>
	<description>Pertubuhan Solidaritas</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 13:29:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.5</generator>

<image>
	<url>https://solidaritas.my/wp-content/uploads/2019/08/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Teknologi</title>
	<link>https://solidaritas.my/teknologi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Proton Dan &#8216;Handouts&#8217;</title>
		<link>https://solidaritas.my/proton-dan-handouts/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=proton-dan-handouts</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rem Dambul]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 13:29:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://solidaritas.my/?p=8527</guid>

					<description><![CDATA[<p>Entah kenapa seluruh dada saya terbakar bila baca kenyataan mantan CEO kereta nasional ini. Tiga kereta pertama saya adalah Proton. Yang terakhir saya beli lebih 10 tahun dulu. Tapi luka dan trauma saya belum sembuh sampai sekarang. Proton ialah syarikat paling lama hidup atas “tongkat perlindungan negara”. Hari ini, dia megah pula bercakap tentang rakyat &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://solidaritas.my/proton-dan-handouts/" class="more-link">Continue reading<span class="screen-reader-text"> "Proton Dan &#8216;Handouts&#8217;"</span></a></p>
<p>The post <a href="https://solidaritas.my/proton-dan-handouts/">Proton Dan &#8216;Handouts&#8217;</a> appeared first on <a href="https://solidaritas.my">SOLIDARITAS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Entah kenapa seluruh dada saya terbakar bila baca <a href="https://www.freemalaysiatoday.com/category/nation/2026/05/10/malays-cant-just-wait-for-handouts-says-ex-proton-ceo">kenyataan</a> mantan CEO kereta nasional ini. Tiga kereta pertama saya adalah Proton. Yang terakhir saya beli lebih 10 tahun dulu. Tapi luka dan trauma saya belum sembuh sampai sekarang.</p>
<p>Proton ialah syarikat paling lama hidup atas “tongkat perlindungan negara”. Hari ini, dia megah pula bercakap tentang rakyat yang “asyik tunggu handouts”. Kata-kata ini, satu ironi paling licik dan sumbel.</p>
<p>Sejak 1983, Proton dibesarkan oleh inkubator polisi paling selesa dalam seluruh sejarah industri automatif dunia. Tarif import kereta asing di Malaysia pernah mencecah lebih 100%, sebab gara-gara mau lindungi Proton. Yang terhegeh-hegeh hasilkan produk separuh masak.</p>
<p>Duti eksais, permit import (AP), dan pelbagai bentuk perlindungan pasaran diwujudkan supaya Proton boleh “survive” tanpa perlu bersaing di gelanggang terbuka. Rakyat Malaysia diseksa membeli kereta mahal selama puluhan tahun, demi mau pertahankan projek nasional yang kononnya sedang membina keupayaan teknologi tempatan.<br />
Tapi lepas lebih 40 tahun, persoalan paling asas pun masih belum terjawab: di mana sudah kekuatan teknologi mandiri Proton?</p>
<p>Komponen-komponen kritikal masih bergantung teknologi luar. Mula-mula bertengek padu pada Mitsubishi dan Lotus, sebelum beralih cinta pada Geely pada 2017, apabila Zhejiang Geely Holding membeli 49.9% pegangan Proton. Ini semua bukan rahsia pun.</p>
<p>Proton membesar dalam ekosistem “handouts polisi”. Diberi perlindungan dasar yang secara tidak langsung memaksa seluruh rakyat marhaen jadi pelanggan wajib. Sebab kereta alternatif lain sangat mahal mencanak, akibat sistem tarif yang tinggi.</p>
<p>Kajian oleh pelbagai badan termasuk Bank Dunia dan ahli ekonomi tempatan berkali-kali menyanggah modus operandi ini. Bahawa dasar perlindungan automotif Malaysia yang ekstrim ini: meningkatkan kos kepada pengguna dan merencat daya saing industri.</p>
<p>Tapi CEO buat apa? Masih malas berfikir luar kotak. Masih tidak reti menggagaskan model operasi yang lebih inovatif, <em>sustainable</em> dan adil kepada rakyat Malaysia. Bila terlalu lama dilindungi, organisasi hilang upaya untuk bersaing secara organik. R&amp;D jadi lembab. Inovasi makin lemau. Akhirnya Proton tersungkur, hilang reputasi sebagai kereta nasional negara.</p>
<p>Sebab itu ramai melihat kenyataan CEO ini seperti tepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Dia sendiri mengemis “handouts” yang sama, pada skala lebih gadang dan agung.</p>
<p>Bandingkan dengan Korea Selatan. Hyundai dan Kia juga pernah bermula dengan bantuan kerajaan. Tetapi bantuan itu cuma bersifat sementara. Mereka tetap agresif ke arah daya saing terbuka. Mereka melabur besar dalam R&amp;D dan reka bentuk. Mereka bina teknologi sendiri, dan bersaing rancak di pasaran global.</p>
<p>Hyundai membelanjakan berbilion dolar setahun untuk penyelidikan: termasuk EV, hidrogen, bateri dan <em>autonomous systems</em>. Sedangkan Proton berbelanja jutaan ringgit untuk gaji para eksekutif dan majlis-majlis pelancaran glamour. Korea Selatan secara keseluruhan berbelanja sekitar 4.8% KDNK untuk R&amp;D, antara yang tertinggi di dunia. Malaysia cuma 1% hingga 1.5% saja.</p>
<p>Itulah beza “protection for growth” dengan “protection for comfort”.</p>
<p>Saya panggil ini: budaya Protonisme. Mentaliti shortcut. Bikin kerja senang, tapi gaji mau mahsyuk. Kemaruk mau nampak macam negara berteknologi tinggi konon. Tapi tidak mau membina ekosistem mendasar secara sabar dan konsisten. Lebih suka beli dari luar, tampal logo, kemudian gigih jual naratif nasionalisme kepada rakyat.</p>
<p>Sebab itu bila mantan CEO Proton menempelak budaya “menunggu handouts”, hati saya libang libu. Selama 6 tahun mengemudi Proton, dia sendiri pun sama. <em>What “added value” did he bring</em>, dari segi berdiri atas kaki sendiri? Bukankah masih bergantung pada ihsan “handouts perlindungan polisi negara”?</p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img decoding="async" src="https://solidaritas.my/wp-content/uploads/2019/11/rem-dambul.jpg" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://solidaritas.my/author/remdambul/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Rem Dambul</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Rem Dambul atau Profesor Madya Dr. Ramzah Dambul adalah seorang klimatologis asal Sabah. Beliau juga merupakan penulis buku antaranya <em>Alien Menchari Chinta</em>, <em>Déjà Vu Cinta Pencari Katarsis </em>dan <em>Dari Cinta Kepada Cinta</em>, selain pernah menjadi penyunting utama buku <em>&#8216;Sabah Priority Issues: Setting the Course for Change&#8217;</em>.</p>
</div></div><div class="clearfix"></div><div class="saboxplugin-socials "><a title="Facebook" target="_self" href="https://www.facebook.com/rem.dambul" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-facebook" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 264 512"><path fill="currentColor" d="M76.7 512V283H0v-91h76.7v-71.7C76.7 42.4 124.3 0 193.8 0c33.3 0 61.9 2.5 70.2 3.6V85h-48.2c-37.8 0-45.1 18-45.1 44.3V192H256l-11.7 91h-73.6v229"></path></svg></span></a></div></div></div><p>The post <a href="https://solidaritas.my/proton-dan-handouts/">Proton Dan &#8216;Handouts&#8217;</a> appeared first on <a href="https://solidaritas.my">SOLIDARITAS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Adaptasi Teknologi Di Desa: Jurang Digital yang Menghambat Kemajuan</title>
		<link>https://solidaritas.my/adaptasi-teknologi-di-desa-jurang-digital-yang-menghambat-kemajuan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=adaptasi-teknologi-di-desa-jurang-digital-yang-menghambat-kemajuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KHAULAH AZWAR BINTI SYAHAR ALAM & VELAN KUNJURAMAN]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 14:42:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://solidaritas.my/?p=8404</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penggunaan teknologi digital kini menjadi nadi utama pembangunan ekonomi negara. Namun, bagi masyarakat desa, kemampuan untuk mengejar arus pendigitalan tidak semudah yang disangka kerana masyarakat desa masih berdepan kekangan asas seperti akses internet tidak stabil, infrastruktur lemah dan tahap literasi digital yang rendah. Transformasi digital Malaysia seharusnya menjadi pemangkin perubahan ekonomi luar bandar, namun jurang &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://solidaritas.my/adaptasi-teknologi-di-desa-jurang-digital-yang-menghambat-kemajuan/" class="more-link">Continue reading<span class="screen-reader-text"> "Adaptasi Teknologi Di Desa: Jurang Digital yang Menghambat Kemajuan"</span></a></p>
<p>The post <a href="https://solidaritas.my/adaptasi-teknologi-di-desa-jurang-digital-yang-menghambat-kemajuan/">Adaptasi Teknologi Di Desa: Jurang Digital yang Menghambat Kemajuan</a> appeared first on <a href="https://solidaritas.my">SOLIDARITAS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunaan teknologi digital kini menjadi nadi utama pembangunan ekonomi negara. Namun, bagi masyarakat desa, kemampuan untuk mengejar arus pendigitalan tidak semudah yang disangka kerana masyarakat desa masih berdepan kekangan asas seperti akses internet tidak stabil, infrastruktur lemah dan tahap literasi digital yang rendah.</p>
<p>Transformasi digital Malaysia seharusnya menjadi pemangkin perubahan ekonomi luar bandar, namun jurang antara dasar yang diumumkan dan kesannya di lapangan masih terlalu besar. Walaupun pelbagai strategi seperti MyDigital, Dasar 4IR Negara dan program e-dagang desa diperkenalkan, pembangunan digital di desa masih bergerak perlahan dan tidak konsisten. Hakikatnya, capaian internet luar bandar yang kini mencecah lebih 90 peratus tidak membawa makna besar jika liputan itu hanya cukup untuk penggunaan asas seperti WhatsApp dan penstriman rendah, tetapi tidak menyokong aktiviti ekonomi bernilai tinggi seperti e-dagang, automasi pertanian, pembelajaran digital mahupun transaksi kewangan berasaskan aplikasi. Infrastruktur jalur lebar yang tidak stabil, pusat internet desa yang tidak disenggara, kekurangan tenaga mahir, dan kebergantungan kepada projek jangka pendek menjadikan pendigitalan luar bandar sekadar penanda aras angka bukan penanda aras hasil.</p>
<p>Teknologi di desa bukan kekurangan potensi tetapi kekurangan dari segi ekosistem yang membolehkan teknologi diterjemah menjadi peningkatan pendapatan. Misalnya, apabila internet menjadi lambat setiap kali hujan, talian terputus setiap kali perlu memuat naik produk e-dagang, dan apabila Pusat Internet Desa hanya berfungsi sebagai bangunan kosong tanpa fasiliti, pendigitalan yang diuar-uarkan akhirnya gagal menyentuh akar ekonomi desa. Fokus perlulah terlebih dahulu menyelesaikan isu fundamental seperti kestabilan capaian, kebolehgunaan perkhidmatan, dan kemampanan fasiliti teknologi di desa.</p>
<p>Selain itu, segelintir usahawan luar bandar kurang menyedari kepentingan teknologi digital akibat tahap pendidikan dan pendedahan yang terhad. Jurang ini akhirnya mewujudkan ketidaksamaan sosial antara masyarakat bandar dan desa. Masyarakat bandar dapat bergerak pantas dalam ekonomi digital, manakala masyarakat desa terus bergelut dengan cabaran asas. Keadaan ini menjejaskan peluang ekonomi dan memberi kesan kepada kehidupan sosial komuniti desa. Mereka yang tidak berpeluang menguasai teknologi mungkin berisiko terpinggir daripada arus pembangunan negara.</p>
<p>Isu literasi digital yang masih berada pada tahap membimbangkan ini menyebabkan masyarakat desa pada hari ini mungkin memiliki telefon pintar dan lain-lain peranti moden tetapi tidak mampu menguasai teknologi sepenuhnya. Generasi muda yang dianggap “celik digital” sebenarnya hanya celik hiburan kerana mereka mahir dalam game, media sosial dan fungsi asas, tetapi tidak terlatih untuk mengasah kemahiran digital bercorakkan ekonomi seperti pemasaran dalam talian, pengurusan data, dan penjenamaan digital.</p>
<p>Kebanyakan usahawan desa yang telah lama menceburi bidang ekonomi desa pula memandang teknologi sebagai beban kos dan bukannya pelaburan strategik, disebabkan faktor kurang keyakinan, kekangan pendidikan dan ketiadaan latihan berterusan yang berkualiti. Program latihan digital kerajaan kebanyakannya sekali lalu, tanpa sistem sokongan jangka panjang. Apabila tiada bimbingan selepas latihan dilaksanakan, tiada pemantauan, tiada komuniti pembelajaran digital, dan tiada tokoh tempatan yang berperanan sebagai mentor, maka majoriti peserta kembali kepada cara lama.</p>
<p>Akhirnya, hanya segelintir sahaja yang benar-benar meneruskan penggunaan platform digital dalam perniagaan, selebihnya kekal dalam perniagaan tradisional yang sukar berkembang. Ketika bandar bergerak maju dengan kemodenanan seperti fintech, automasi, kecerdasan buatan dan inovasi industri dalam bidang ekonomi, desa masih bergelut untuk melaksanakan transformasi ekonomi. Keadaan ini bukan sahaja mengekalkan desa dalam “kelas ekonomi rendah”, malah mula membentuk “kelas digital bawahan” di mana komuniti desa semakin tercicir daripada peluang pasaran moden. Tanpa literasi digital yang kukuh, teknologi hanyalah objek, bukan alat pembangunan untuk memajukan pembangunan ekonomi yang seimbang antara desa dan bandar.</p>
<p>Desa sebenarnya memiliki modal sosial yang kuat seperti jaringan komuniti rapat, saling kepercayaan, dan budaya kerjasama yang sepatutnya menjadikan adaptasi teknologi lebih mudah. Namun kekuatan ini tidak dimanfaatkan melalui model pelaksanaan yang sistematik. Pusat internet wajar dijadikan hab latihan berterusan, bukan sekadar projek perasmian. Bagi memastikan masyarakat desa tidak ketinggalan, tumpuan perlu diberikan dalam meningkatkan literasi digital, memperkukuh infrastruktur teknologi serta memanfaatkan modal sosial komuniti sebagai kekuatan.</p>
<p>Apabila penduduk desa mendapat latihan, peralatan dan peluang yang setara, barulah ekonomi digital dapat dinikmati secara keseluruhan. Golongan muda yang mahir digital wajar dilantik sebagai “penggerak teknologi desa”, bukan meletakkan kebergantungan terlalu tinggi terhadap institusi. Demi kemajuan bersama, masyarakat desa perlu diperkasa agar mereka bukan sahaja menjadi pengguna teknologi, tetapi juga peneraju dalam pembangunan digital masa depan. Pengusaha kecil wajar dibimbing dengan menyediakan latihan berfokus, sokongan logistik, dan akses digital yang stabil.</p>
<p>Selagi projek pendigitalan desa masih mengalami kelembapan dari segi fungsi dan keberkesanan serta infrastruktur masih tidak mencapai tahap yang mendorong transformasi ekonomi pada nilai tambah ekonomi, maka Malaysia akan terus membangunkan ekonomi digital yang tidak seimbang dan gagal mengangkat desa sebagai rakan strategik pembangunan ke arah ekonomi lestari. Realiti kegagalan sistem yang sepatutnya menyokong perubahan boleh membantutkan perkembangan teknologi khususnya dalam membina ekonomi yang maju di desa.</p>
<p>Masa depan ekonomi digital Malaysia bergantung kepada kemampuan negara membina ekosistem digital desa yang benar-benar berfungsi dan memastikan setiap isi rumah desa mampu mengubah teknologi menjadi peluang ekonomi yang nyata bukan sekadar melaporkan peratusan liputan internet.</p>
<p><em>(Artikel ini adalah hasil tulisan Khaulah Azwar Syahar Alam dengan bimbingan oleh Prof Madya Dr Velan Kunjuraman dari Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan, Universiti Kebangsaan Malaysia)</em></p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img decoding="async" src="https://solidaritas.my/wp-content/uploads/2019/09/Untitled-1.png" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://solidaritas.my/author/penulis/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Penulis Umum</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Artikel ini adalah pandangan penulis dan tidak semestinya mencerminkan pendirian Solidaritas.</p>
</div></div><div class="clearfix"></div></div></div><p>The post <a href="https://solidaritas.my/adaptasi-teknologi-di-desa-jurang-digital-yang-menghambat-kemajuan/">Adaptasi Teknologi Di Desa: Jurang Digital yang Menghambat Kemajuan</a> appeared first on <a href="https://solidaritas.my">SOLIDARITAS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>JENDELA Fasa 2: Menyambung Malaysia, Merapatkan Jurang Borneo–Malaya</title>
		<link>https://solidaritas.my/jendela-fasa-2-menyambung-malaysia-merapatkan-jurang-borneo-malaya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jendela-fasa-2-menyambung-malaysia-merapatkan-jurang-borneo-malaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erviana Beverley]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 23:44:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://solidaritas.my/?p=8383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apabila kita bercakap tentang “Malaysia digital”, soalnya bukan sekadar siapa paling laju memuat turun kandungan atau siapa paling awal merasa 5G. Soal yang lebih penting ialah siapa yang masih terpinggir, siapa yang masih perlu berdiri di tepi jalan atau di bukit semata-mata untuk mendapatkan satu palang isyarat, dan siapa yang terpaksa menangguh urusan pembelajaran, perniagaan &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://solidaritas.my/jendela-fasa-2-menyambung-malaysia-merapatkan-jurang-borneo-malaya/" class="more-link">Continue reading<span class="screen-reader-text"> "JENDELA Fasa 2: Menyambung Malaysia, Merapatkan Jurang Borneo–Malaya"</span></a></p>
<p>The post <a href="https://solidaritas.my/jendela-fasa-2-menyambung-malaysia-merapatkan-jurang-borneo-malaya/">JENDELA Fasa 2: Menyambung Malaysia, Merapatkan Jurang Borneo–Malaya</a> appeared first on <a href="https://solidaritas.my">SOLIDARITAS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="73" data-end="647">Apabila kita bercakap tentang “Malaysia digital”, soalnya bukan sekadar siapa paling laju memuat turun kandungan atau siapa paling awal merasa 5G. Soal yang lebih penting ialah siapa yang masih terpinggir, siapa yang masih perlu berdiri di tepi jalan atau di bukit semata-mata untuk mendapatkan satu palang isyarat, dan siapa yang terpaksa menangguh urusan pembelajaran, perniagaan serta akses perkhidmatan kerajaan kerana jaringan tidak stabil. Di sinilah Projek JENDELA Fasa 2 hadir sebagai kesinambungan yang kritikal—bukan retorik, tetapi kerja infrastruktur yang nyata.</p>
<p data-start="649" data-end="1212">Bermula September 2025, JENDELA Fasa 2 mempercepat capaian internet berkelajuan tinggi di seluruh negara melalui pendekatan hibrid, dengan tumpuan kepada sekitar 3,000 lokasi. Pendekatan ini menggabungkan pelbagai teknologi—pembinaan menara telekomunikasi baharu (SMART towers), peluasan rangkaian 4G dan 5G, serta penyediaan port gentian optik untuk membawa jalur lebar berkapasiti tinggi hingga ke premis. Sasaran akhirnya jelas: liputan 4G yang lebih tinggi, akses internet pantas yang lebih meluas, dan potensi kelajuan sehingga 1Gbps di lebih banyak kawasan.</p>
<p data-start="1214" data-end="1830">Apa yang menjadikan JENDELA Fasa 2 begitu signifikan ialah keupayaannya menutup jurang digital yang sekian lama dirasai terutama di luar bandar—dan jurang ini paling ketara apabila kita membandingkan keperluan pembangunan Borneo dengan kepadatan infrastruktur di Semenanjung. JENDELA bukan sekadar menambah “titik liputan”, tetapi membina asas untuk kesamarataan peluang: anak di pedalaman berhak menikmati pembelajaran digital yang lancar, usahawan mikro berhak mengembangkan perniagaan dalam talian tanpa gangguan, dan komuniti luar bandar berhak kepada akses teleperubatan serta perkhidmatan kerajaan yang setara.</p>
<p data-start="1832" data-end="2339">Contoh yang sering menjadi cerminan realiti lapangan dapat dilihat di Sarawak, khususnya di Julau. Dilaporkan setakat Julai 2025, sebanyak 43 menara telah siap dan 44 stesen pemancar 4G dibangunkan, di samping 1,391 premis yang sudah sedia untuk gentian optik serta 12 titik kehadiran (PoP) gentian optik yang siap. Hasilnya, liputan 4G di Julau mencapai 58.28%. Angka ini bukan sekadar statistik—ia membawa makna akses kepada dunia, kepada pendidikan, kepada pasaran, dan kepada masa depan yang lebih adil.</p>
<p data-start="2341" data-end="2940">Dalam hal ini, wajar diberikan penghargaan kepada Menteri Komunikasi serta Kementerian Komunikasi yang menerajui inisiatif JENDELA Fasa 2 dengan hala tuju yang pragmatik dan berteraskan keperluan rakyat. Keputusan menggunakan pendekatan hibrid membuktikan kesediaan kerajaan untuk bergerak pantas mengikut realiti geografi Malaysia—terutama di Borneo yang mencabar dari sudut rupa bumi dan taburan penempatan. Lebih penting, komitmen memperkukuh gentian optik dan menambah menara baharu menunjukkan kesungguhan untuk memastikan keterhubungan bukan sekadar wujud, tetapi berkualiti dan berdaya tahan.</p>
<p data-start="2942" data-end="3274" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Akhirnya, JENDELA Fasa 2 ialah mesej yang jelas: Malaysia tidak boleh maju jika kemajuan hanya tertumpu di satu sisi peta. Merapatkan jurang digital antara Borneo dan Malaya bermakna merapatkan jurang peluang. Dan apabila peluang diratakan, barulah cita-cita ekonomi digital negara benar-benar menjadi milik semua, bukan segelintir.</p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img decoding="async" src="https://solidaritas.my/wp-content/uploads/2026/06/phOafNHV_400x400.jpg" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://solidaritas.my/author/ervianabeverley/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Erviana Beverley</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Erviana Beverley berasal dari Sabah dan menulis tentang hal-hal wanita yang tidak kurang pentingnya berbanding hal-hal lelaki.</p>
</div></div><div class="clearfix"></div></div></div><p>The post <a href="https://solidaritas.my/jendela-fasa-2-menyambung-malaysia-merapatkan-jurang-borneo-malaya/">JENDELA Fasa 2: Menyambung Malaysia, Merapatkan Jurang Borneo–Malaya</a> appeared first on <a href="https://solidaritas.my">SOLIDARITAS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Internet Selamat: Tanggungjawab Bersama Untuk Melindungi Data Peribadi Rakyat</title>
		<link>https://solidaritas.my/internet-selamat-tanggungjawab-bersama-untuk-melindungi-data-peribadi-rakyat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=internet-selamat-tanggungjawab-bersama-untuk-melindungi-data-peribadi-rakyat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Najib]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 06:01:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://solidaritas.my/?p=8356</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam era digital yang semakin kompleks, keselamatan maklumat peribadi bukan lagi isu kecil. Ia menjadi garis pertahanan terakhir antara rakyat dan anasir penjenayah siber yang semakin licik. Data sedia ada menonjolkan statistik mengejutkan — 14.4% pengguna menjadi mangsa penyalahgunaan maklumat peribadi menurut Kajian Pengguna Internet 2024 oleh MCMC — menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini. Angka &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://solidaritas.my/internet-selamat-tanggungjawab-bersama-untuk-melindungi-data-peribadi-rakyat/" class="more-link">Continue reading<span class="screen-reader-text"> "Internet Selamat: Tanggungjawab Bersama Untuk Melindungi Data Peribadi Rakyat"</span></a></p>
<p>The post <a href="https://solidaritas.my/internet-selamat-tanggungjawab-bersama-untuk-melindungi-data-peribadi-rakyat/">Internet Selamat: Tanggungjawab Bersama Untuk Melindungi Data Peribadi Rakyat</a> appeared first on <a href="https://solidaritas.my">SOLIDARITAS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam era digital yang semakin kompleks, keselamatan maklumat peribadi bukan lagi isu kecil. Ia menjadi garis pertahanan terakhir antara rakyat dan anasir penjenayah siber yang semakin licik. Data sedia ada menonjolkan statistik mengejutkan — 14.4% pengguna menjadi mangsa penyalahgunaan maklumat peribadi menurut Kajian Pengguna Internet 2024 oleh MCMC — menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini. Angka ini bukan sekadar statistik; ia adalah gambaran risiko sebenar yang dihadapi rakyat Malaysia setiap kali mereka berkongsi maklumat di alam maya.</p>
<p>Fenomena ini semakin membimbangkan apabila semakin ramai pengguna terperangkap akibat kecuaian kecil: berkongsi nombor kad pengenalan, memberikan kata laluan, atau mendedahkan kod OTP kepada pihak tidak dikenali. Penjenayah siber tidak memerlukan banyak maklumat untuk merompak identiti seseorang. Satu nombor ICP, satu klik pada pautan palsu, atau satu OTP yang diberikan tanpa sengaja semuanya sudah cukup untuk membuka ruang kepada penipuan kewangan, akses akaun tanpa kebenaran, malah penyalahgunaan identiti untuk tujuan jenayah.</p>
<p>Dalam realiti hari ini, kita tidak boleh lagi mengambil mudah amaran “Jangan kongsi nombor IC atau OTP”. Ia bukan sekadar slogan; ia garis hidup. Setiap individu perlu memahami bahawa keselamatan digital bergantung kepada disiplin diri, kesedaran dan amalan kawalan kendiri ketika menggunakan Internet.</p>
<p>Langkah-langkah pencegahan yang wajar diamalkan</p>
<p>Untuk memastikan kita tidak menjadi sebahagian daripada statistik 14.4% tersebut, beberapa langkah asas tetapi kritikal perlu diamalkan oleh semua pengguna:</p>
<p>1. Jangan kongsi OTP atau maklumat sensitif kepada sesiapa.<br />
Tiada bank, agensi kerajaan atau syarikat sah yang akan meminta OTP melalui panggilan atau mesej. Kod OTP adalah kunci yang membuka semua pintu—jagalah ia seperti harta paling berharga.</p>
<p>2. Gunakan kata laluan yang kukuh dan berbeza untuk setiap platform.<br />
Elakkan menggunakan kombinasi mudah seperti “123456” atau tarikh lahir. Gunakan campuran huruf besar, huruf kecil, nombor dan simbol untuk menambah ketahanan kepada akaun.</p>
<p>3. Aktifkan ciri keselamatan tambahan seperti pengesahan dua faktor (2FA).<br />
Ini memastikan walaupun kata laluan bocor, akaun anda masih mempunyai lapisan perlindungan kedua.</p>
<p>4. Elakkan klik pada pautan mencurigakan atau mesej yang meragukan.<br />
Penjenayah siber gemar meniru mesej rasmi daripada bank atau agensi kerajaan untuk memancing pengguna. Periksa URL, pengirim dan kandungan sebelum bertindak.</p>
<p>5. Kemas kini perisian dan aplikasi secara berkala.<br />
Sistem yang tidak dikemas kini lebih terdedah kepada malware dan eksploitasi keselamatan.</p>
<p>6. Sentiasa semak penyata bank dan notifikasi aplikasi.<br />
Pengesanan awal boleh mencegah kerugian lebih besar sekiranya berlaku pencerobohan akaun.</p>
<p><strong>MCMC Sebagai Benteng Keselamatan Negara</strong></p>
<p>Dalam menghadapi ancaman digital yang semakin canggih, rakyat Malaysia bernasib baik kerana adanya badan pengawalselia seperti Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) yang konsisten memperkukuh literasi keselamatan siber rakyat. Melalui kempen Internet Selamat, garis panduan, penguatkuasaan anti-penipuan dan usaha meningkatkan kesedaran awam, MCMC memainkan peranan penting memastikan setiap pengguna memahami risiko serta langkah perlindungan yang perlu diambil.</p>
<p>Usaha ini wajar dipuji kerana keselamatan digital bukan sekadar isu teknikal—ia adalah soal kesejahteraan rakyat dan kestabilan negara. Dengan komitmen berterusan MCMC dan kerjasama rakyat Malaysia, kita mampu membina ekosistem digital yang lebih selamat, bertanggungjawab dan dipercayai.</p>
<p>Internet selamat bukan sekadar kempen; ia tanggungjawab bersama demi masa depan negara.</p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://solidaritas.my/wp-content/uploads/2023/02/Muhammad-Najib_avatar_1676993149.jpg" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://solidaritas.my/author/muhammadnajib/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Muhammad Najib</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Demokrat sosial. Pengerusi DAP Taman Kemuncak dan Pengerusi Pertubuhan Solidaritas. Sudah berkahwin.</p>
</div></div><div class="clearfix"></div><div class="saboxplugin-socials "><a title="Facebook" target="_self" href="https://www.facebook.com/muhammadnajibanuar" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-facebook" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 264 512"><path fill="currentColor" d="M76.7 512V283H0v-91h76.7v-71.7C76.7 42.4 124.3 0 193.8 0c33.3 0 61.9 2.5 70.2 3.6V85h-48.2c-37.8 0-45.1 18-45.1 44.3V192H256l-11.7 91h-73.6v229"></path></svg></span></a><a title="Twitter" target="_self" href="https://twitter.com/muhammadnajib79" rel="nofollow noopener" class="saboxplugin-icon-grey"><svg aria-hidden="true" class="sab-twitter" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 512 512"><path fill="currentColor" d="M459.37 151.716c.325 4.548.325 9.097.325 13.645 0 138.72-105.583 298.558-298.558 298.558-59.452 0-114.68-17.219-161.137-47.106 8.447.974 16.568 1.299 25.34 1.299 49.055 0 94.213-16.568 130.274-44.832-46.132-.975-84.792-31.188-98.112-72.772 6.498.974 12.995 1.624 19.818 1.624 9.421 0 18.843-1.3 27.614-3.573-48.081-9.747-84.143-51.98-84.143-102.985v-1.299c13.969 7.797 30.214 12.67 47.431 13.319-28.264-18.843-46.781-51.005-46.781-87.391 0-19.492 5.197-37.36 14.294-52.954 51.655 63.675 129.3 105.258 216.365 109.807-1.624-7.797-2.599-15.918-2.599-24.04 0-57.828 46.782-104.934 104.934-104.934 30.213 0 57.502 12.67 76.67 33.137 23.715-4.548 46.456-13.32 66.599-25.34-7.798 24.366-24.366 44.833-46.132 57.827 21.117-2.273 41.584-8.122 60.426-16.243-14.292 20.791-32.161 39.308-52.628 54.253z"></path></svg></span></a></div></div></div><p>The post <a href="https://solidaritas.my/internet-selamat-tanggungjawab-bersama-untuk-melindungi-data-peribadi-rakyat/">Internet Selamat: Tanggungjawab Bersama Untuk Melindungi Data Peribadi Rakyat</a> appeared first on <a href="https://solidaritas.my">SOLIDARITAS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Internet Selamat: Tanggungjawab Kita Demi Dunia Digital Yang Lebih Terlindung</title>
		<link>https://solidaritas.my/internet-selamat-tanggungjawab-kita-demi-dunia-digital-yang-lebih-terlindung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=internet-selamat-tanggungjawab-kita-demi-dunia-digital-yang-lebih-terlindung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adleen Arleena]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 05:05:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://solidaritas.my/?p=8352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di era digital yang semakin berkembang pesat, kehidupan seharian kita tidak pernah terpisah daripada Internet. Kita berkomunikasi, bekerja, membeli-belah, mengurus data peribadi dan bahkan mengawal peralatan rumah, semuanya melalui ruang digital. Namun, di sebalik kemudahan ini, wujud ancaman yang sentiasa menunggu peluang: penggodam, penipuan siber, phishing, kecurian identiti dan pelbagai bentuk eksploitasi data. Atas sebab &#8230; </p>
<p class="link-more"><a href="https://solidaritas.my/internet-selamat-tanggungjawab-kita-demi-dunia-digital-yang-lebih-terlindung/" class="more-link">Continue reading<span class="screen-reader-text"> "Internet Selamat: Tanggungjawab Kita Demi Dunia Digital Yang Lebih Terlindung"</span></a></p>
<p>The post <a href="https://solidaritas.my/internet-selamat-tanggungjawab-kita-demi-dunia-digital-yang-lebih-terlindung/">Internet Selamat: Tanggungjawab Kita Demi Dunia Digital Yang Lebih Terlindung</a> appeared first on <a href="https://solidaritas.my">SOLIDARITAS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di era digital yang semakin berkembang pesat, kehidupan seharian kita tidak pernah terpisah daripada Internet. Kita berkomunikasi, bekerja, membeli-belah, mengurus data peribadi dan bahkan mengawal peralatan rumah, semuanya melalui ruang digital. Namun, di sebalik kemudahan ini, wujud ancaman yang sentiasa menunggu peluang: penggodam, penipuan siber, phishing, kecurian identiti dan pelbagai bentuk eksploitasi data.</p>
<p>Atas sebab itu, kempen Internet Selamat yang diketengahkan oleh Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) menjadi sangat penting. Ia bukan sekadar peringatan, tetapi satu seruan tindakan bahawa setiap individu perlu memainkan peranan aktif melindungi diri di alam maya.</p>
<p><strong>Kata Laluan Bukan Sekadar Perkataan – Ia Benteng Pertama Keselamatan Anda</strong></p>
<p>Masih ramai pengguna Internet yang menggunakan kata laluan mudah seperti 123456, password, atau tarikh lahir sendiri. Hakikatnya, kata laluan seperti ini ibarat menyerahkan kunci rumah kepada sesiapa sahaja yang melintas di depan pintu.</p>
<p>Menggunakan kata laluan yang kuat bukanlah pilihan, tetapi keperluan. Ia perlu menggabungkan huruf besar, huruf kecil, nombor dan simbol. Semakin kompleks, semakin sukar untuk digodam. Dan yang lebih penting elakkan menggunakan kata laluan yang sama untuk semua akaun. Jika satu bocor, semua akan terdedah.</p>
<p>Internet yang selamat bermula dengan disiplin sekecil ini.</p>
<p><strong>2FA: Perisai Ekstra Yang Ramai Masih Abaikan</strong></p>
<p>Two-Factor Authentication (2FA) sering dianggap “leceh” oleh sesetengah pengguna. Namun tanpa disedari, inilah langkah keselamatan yang mampu menghalang 90% percubaan pencerobohan akaun.</p>
<p>Mengaktifkan 2FA bermaksud anda memerlukan pengesahan tambahan, kod SMS, aplikasi autentikasi, atau notifikasi telefon sebelum log masuk. Walaupun kata laluan anda bocor, penggodam tetap gagal menembusi akaun anda.</p>
<p>Akaun bank, e-mel utama, media sosial dan aplikasi pekerjaan semuanya wajar dilindungi dengan 2FA.</p>
<p><strong>Peranti Awam dan WiFi Terbuka: Kemudahan Yang Menyembunyikan Risiko</strong></p>
<p>Ramai pengguna tidak sedar bahawa login akaun melalui komputer awam atau WiFi percuma sebenarnya sangat berbahaya. Sambungan terbuka memudahkan data dicuri melalui packet sniffing, sementara komputer awam mungkin mempunyai keylogger yang merekodkan setiap huruf yang anda taip.</p>
<p>Hanya satu log masuk pada peranti tidak selamat boleh merisikokan keseluruhan identiti digital anda.</p>
<p>Jika keadaan memaksa, gunakan VPN atau mod tetamu tanpa mengakses akaun sensitif. Tetapi sebaiknya elakkan sepenuhnya.</p>
<p><strong>Kesedaran Siber Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Tanggungjawab Bersama</strong></p>
<p>Kempen Internet Selamat bukan hanya untuk pengguna muda atau warga emas, tetapi untuk semua. Keluarga, pekerja, pelajar, usahawan kecil setiap orang perlu mengetahui asas keselamatan digital.</p>
<p>Di rumah, ibu bapa harus mendidik anak mengenai bahaya berkongsi maklumat peribadi. Di tempat kerja, majikan perlu memastikan latihan keselamatan siber diberikan secara berkala. Di media sosial, pengguna harus lebih berhati-hati sebelum menekan pautan mencurigakan atau berkongsi maklumat sensitif.</p>
<p>Kita kini hidup dalam dunia yang saling bergantung melalui Internet. Maka keselamatan siber bukan lagi isu teknikal semata-mata, ia isu sosial, isu budaya dan isu masa depan.</p>
<p><strong>Internet Selamat Bermula Dengan Kita</strong></p>
<p>Tiada teknologi yang mampu melindungi kita sepenuhnya jika kita sendiri tidak mengambil langkah asas keselamatan. Setiap garis panduan dalam artikel ini iaitu kata laluan kuat, 2FA, tidak mengguna kata laluan sama, elakkan WiFi terbuka mungkin nampak kecil, tetapi ia membina benteng keselamatan yang kukuh.</p>
<p>Dunia digital adalah medan masa depan. Dan kita mesti memasukinya dengan bijaksana, berwaspada dan bertanggungjawab.</p>
<p>Kerana Internet Selamat bukan slogan, ia komitmen kita bersama.</p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://solidaritas.my/wp-content/uploads/2020/07/adleen-arleena.jpeg" width="100"  height="100" alt="" itemprop="image"></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://solidaritas.my/author/adleenarleena/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">Adleen Arleena</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"><p>Adleen Arleena seorang penyelidik di sebuah agensi sosial serantau. Liberal, demokrat dan sekularis.</p>
</div></div><div class="clearfix"></div></div></div><p>The post <a href="https://solidaritas.my/internet-selamat-tanggungjawab-kita-demi-dunia-digital-yang-lebih-terlindung/">Internet Selamat: Tanggungjawab Kita Demi Dunia Digital Yang Lebih Terlindung</a> appeared first on <a href="https://solidaritas.my">SOLIDARITAS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
